Selasa, 25 Juli 2017
melamar ala TAHU mBULAT
1 september 2015 silam awal mula aku pindah kerja ke daerah jaktim disitulah Tuhan mempertemukanku dengan seorang laki-laki kami berkenal baik saling merasa nyaman dan melewati hari bersama-sama saling melengkapi menutupi kekurangan masing-masing. kami mulai semua dari nol,yah nol besar tanpa kami tahu latar belakang masing-masing. kami lalui kesulitan n kesenangan bersama. dunia terasa ringan beban seperti tidak ada.yang aku tahu dia orang yg tanggung jawab jujur n sabar ,walo kadang sikapnya belum dewasa mudah tersinggung,pemalu keras kepala tapi kelebihanya bagiku cukup menutup semua.singkatnya sminggu sebelum lebaran 2016 aku putuskan untuk membawa dia kerumah mengenalkan dengan orang tua saya semua berjalan baik. orang tuaku tak menuntut apapun kecuali keinginan saat berumah tangga tinggal di rumah saya n kedua ortu saya.dan dia tidak keberatan dg hal itu. sampai pada akhirnya februari 2017 aku memutuskan untuk resign kerja pulang kampung dan LDR.tp bukan tanpa alasan setelah itungan tahun bersama hari demi hari aku sabar menunggunya berjuang sampai pada akhirnya dia merasa cukup lahir batin untuk menikah.saya pun pulang diantarnya secara tidak langsung ini adalah pertemuan ortuku n dia tuk kedua kali.aku memintanya untuk ngomong ke bapak langsung rencana serius kita tapi dia menolak dengan alasan malu.
ya sudah saya hanya tersenyum sedikit kecewa
akhirnya dia pergi bgtu saja...
10 april 2017 tanpa aku tahu keluarganya tiba-tiba datang bertamu bapak ibuku shock.bahkan bapaku sempat menangis mengira aku tidak ngomong dulu untuk hal sepenting ini,disisi lain aku tahu betul bapaku orangnya bingungan tidak bisa bicara untuk hal formal seperti ini... dibelakang bapa cuma bilang coba kalo tidak dadakan bapa bisa suruh orang untuk perwakilan bicara.
singkat kata bapa minta waktu.
setelah kluarga besar kami bicarakan
menemukan titik terang tuk menjawab iya.
dan itu sudah aku sampaikan padanya bahkan dia menjawab ingin menikah sebelum bulan puasa.aku sampaikan pada kluargaku n menyetujui hal itu tapi dia tak kunjung datang sampai pada akhirnya timbul keraguan pada ibuku
ibuku sempat mengatakan kamu yakin mau nunggu dia? aku jawab insayallah yakin
kami tetap komunikasi baik akhirnya dia bilang habis lebaran lamaran. jauh sebelum lebaran aku tanya kapan waktunya dia slalu jawab belum tahu.nunggu keputusan kluarganya.
kami masih tetap berharap tinggi n sama sama trus menabung untuk biaya nikah kami.
hari senin pagi aku masih dalam kondisi drop badan panas aku buka hape ada 1 pesan wa masuk semalam jam 22.23wib isinya "besok insyallah aku ketempatmu"
tanpa pikir panjang aku balas main ato gimana bukankah kmrin kamu pamit berangkat jakarta?
singkat dia jawab aku sm ortuku
kaget bukan main.aku posisi sakit dirumah sendiri. bapaku sudah mencari nafkah ditengah laut bgtu jg ibuku gak dirumah .
aku sempat menghalau melarang dia datang hari ini aku minta di undur besok biar nanti malam aku bicarakan dg kluarga sebagaimana adab orang melamar harus persiapan lahir batin kluarga besar n finansial.tapi dia menolak dengan alasan sudah terlanjur jalan jarak rumah kami 6jam dia bilang msh ada byk space..dengan perasaan bingung aku meng iyakan .
hampir jam 10 pagi akhirnya aku ketemu dg ibuku yg sudah siap jualan di laut krn kebetulan tempat kami dekat pariwisata.mengatakan kalo dia sdg dlm perjalanan kerumah.ibuku diam dan menangis menganggap aku buat keputusan sendri untuk hal besar.
aku mnt restu n menyiapkan segala sesuatu nya serba dadakan n sendri.
jam menunjukan jam 11.30 dia menelponku dg segala rasa kecewanya....
aku bagai disambar petir diam2 mbaku menyuruh ibuku menelpon n sms dia memintanya untuk tidak menghubungiku lagi dg alasan aku sudah dijodohkan dg org lain (yang sebenarnya tidak)
aku pun berlari ke rumah mbaku pertengkaran n tangisan pun tak bisa di halau
aku dimarah habis2an dianggap tidak mengakui kluarga terutama ortu yg masih sehat. menerima tamu agung tuk kedua kalinya tidak matur/ngomong sm kluarga
aku pun menelpon dia tuk tetap lanjut datang tapi dia n kluarganya menolak n memutuskan membatalkan semua bahkan tidak mau kenal lagi karena sakit hati n tidak dihargai
bapaku pulang dari laut dg bdanya yg lusuh melihatku sdg menangis sejadi jadinya .aku ceritakan semua yg terjadi.aku lihat bapak seperti orang bingung. menjawab pendek kenapa gak ngmong dari semalam kalo tau kan bapak gak kelaut.yg ngmg ke ibu jg bapak.n memanggil kluarga besar untuk menyambutnya...
aku tak bisa berkata apapun kecuali menangis.bapaku langsung pergi kelaut mencari ibuku pertengkaran pun terjadi disana.
dg rasa kecewa aku memutuskan pergi dr rumah untuk menenangkan diri sambil trus mencari jalan kluar...
kluarga besar dikumpulkan dirumah ibuku sdh mengaku salah n ingin memperbaiki semua yg ada, bgtu jg mbaku karena tersulut emosi .
semua usaha n usulan yg aku berikan untuk menebus ksslhan ibuku,padanya ditolak. semua harus berakhir dia tetap menolak dg menjawab sakit n memilih membenciku
persiapan nikah yg sudah ditata baik sepertinya tak ada gunanya lagi
bertahun-tahun bersama .dari nol sm2 berjuang rasa sabarku menemaninya berhari-hari menunggunya siap nikah tak terlintas lagi di benaknya yg ada skrg hanya kebencianya terhadapku n kluargaku
aku tahu tindakan ibuku memang salah .
tapi aku juga yakin kalo semua ditata direncanakan dg baik .dikomunikasikan sewajarnya.inzallah semua ini akan berjalan baik. semua mersa dihargai.
sampai sekarang aku tidak tahu harus berbuat apa yg ada hanya sedih sedih n sedih knp harus berakhir seperti ini
siapa yg salah?
siapa yg benar?
ya allah kuatkan aku untuk menghadapi cobaan ini.
rencana nikah didepan mata hancur tak tersisa
aku akan selalu mengingat kebaikanmu...perjuangan kitasama2 dari nol sepertinya tak ada artinya lagi bagi dia
semoga engkau bahagia
.................................................................
dengan segala kerendahan hati maafkan semua kesalahanku ibuku n saudaraku.
aku bisa mengerti betapa sakit n kecewa nya kamu.
seandainya kamu beri aku kesempatan tuk memperbaiki pasti aku lakukan aku sadar ibuku salah.
tapi kadang aku juga sadar semua mungkin berawal dari kesalahan kita yang sama2 kurang dewasa dalam menghadapi orang tua.apalagi orang tuaku bukanlah orang berpendidikan yang mereka tahu hanya cangkul n sawah,berbicara hal formal bukanlah hal yang biasa.
penyesalan tinggal kepedihan rasa berat menjalani hari-hari masih terasa.
biarlah akan aku simpan semua menjadi kenangan yang pahit n manis menjadi satu.
berpura-pura tegar inilah yang aku dapat lakukan saat ini...
semoga suatu hari kau menyadari akulah perempuan yang tulus menyayangimu seburuk apapun keadaanmu,aku hanya punya rencana kita bisa saling memperbaiki dalam ikatan hubungan yang halal.yang kini tinggal mimpi....maafkan aku hanya ini yang dapat kukatakan berkali2,
.........
untukmu para pejuang cinta,
jika kamu benar-benar menyayangi pasanganmu
rencana lamaran harus dipersiapkan secara matang .dewasa n komunikasi yang baik
libatkan kedua belah pihak kluarga untuk penentuan hari lamaran
agar semua anggota kluarga merasa dihargai
gunakan adab melamar sebagaimana mestinya
sehingga tidak akan ada yang merasa tidak dihargai
yang bisa berujung saling tersakiti, satu sama lain.
karena kekasihmu bukan perempuan dipangkalan pinggir jalan yg bisa didatangi setiap saat tanpa izin dulu ke ortunya.
karena rasa sayang harus diawali dengan saling menghargai satu sama lain...
membangun rumah tangga melibatkan keluarga besar .sudah sewajarnya...
mencari pasangan tak semudah tahu bulat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar